Nyamuk semakin banyak dan besar-besar, terbangnya lebih cepat. Keluarnya tidak lagi di jam-jam tertentu tapi semakin merata sepanjang hari dan malam. Karena tubuhnya semakin besar, menghisap darahnya semakin banyak. Ini bukti kegagalan pengelolaan lingkungan yang menjadi tidak sehat.
Di negara-negara tetangga, nyamuk bukan lagi pengganggu karena lingkungan yang bersih dan sehat. Di negara-negara itu, ada nyamuk hanya di daerah-daerah yang tidak banyak dihuni manusia seperti di rawa-rawa, hutan dan yang semacamnya. Sehingga lingkungan tempat tinggal tidak terganggu.
Nyamuk semakin berkembang biak karena lingkungan yang tidak bersih. Misalnya air tergenang. Yang sehat air seharusnya mengalir ke drainase atau meresap ke dalam tanah, tidak tergenang di permukaan.
Tubuh nyamuk semakin besar karena mereka semakin tahan terhadap insektisida atau obat nyamuk. Nyamuk-nyamuk yang dulunya kecil-kecil sudah hampir musnah, sisanya beradaptasi dengan memperkuat diri memperbesar tubuh mereka sebagai bagian dari seleksi alam suaya semakin tahan terhadap insektisida.
Kalau obat nyamuk yang digunakan semakin keras dan semakin banyak dosisnya, maka kalau kesehatan lingkungan dan pengelolaannya tidak diperbaiki, nyamuk-nyamuk itu akan semakin memperkuat daya tahan diri mereka dan menjadi semakin kuat, semakin besar. Tidak terbayangkan seberapa besar tubuh nyamuk 5 tahun dari sekarang, dan 10 tahun dari sekarang.
Satu-satunya cara adalah dengan merekayasa kesehatan lingkungan sehingga nyamuk-nyamuk tidak menemukan media lagi untuk berkembang biak secara cepat. Sehingga obat nyamuk dosis tinggi tidak diperlukan lagi. Nyamuk akan menyingkir ke lingkungan-lingkungan yang lebih alami di rawa-rawa dan di hutan-hutan. Di sana lah habitat mereka. Mereka akan tetap memangsa darah, tapi bukan lagi darah manusia tapi darah hewan-hewan yang ada di sana.
Tapi melihat kondisi akhir-akhir ini, siapa sih yang masih punya kepedulian? Apakah pemerintah menangkap bahaya nyamuk-nyamuk yang semakin banyak dan semakin besar-besar ini? Mungkin iya, tapi konteksnya masih terhadap bahaya rutin ancaman demam berdarah. Solusinya dengan bubuk abate dan fogging, bukan perbaikan pengelolaan kesehatan lingkungan. Dengan itu, nyamuk hanya akan bertambah kuat dan besar-besar.
Akhirnya sebagai masyarakat kita yang harus peduli sendiri. Kita hanya bisa menjaga kesehatan rumah dan lingkungan sekitar rumah kita, selebihnya memerlukan orang lain, tetangga-tetangga kita. Kalau orang lain tidak melakukannya, akan sia-sia juga. Yang diperlukan adalah gerakan masyarakat secara bersama-sama dan sadar dari waktu ke waktu. Harus ada yang menggerakkan. Dengan demikian kita tidak dikalahkan oleh nyamuk-nyamuk yang mengganggu.
Di negara-negara tetangga, nyamuk bukan lagi pengganggu karena lingkungan yang bersih dan sehat. Di negara-negara itu, ada nyamuk hanya di daerah-daerah yang tidak banyak dihuni manusia seperti di rawa-rawa, hutan dan yang semacamnya. Sehingga lingkungan tempat tinggal tidak terganggu.
Nyamuk semakin berkembang biak karena lingkungan yang tidak bersih. Misalnya air tergenang. Yang sehat air seharusnya mengalir ke drainase atau meresap ke dalam tanah, tidak tergenang di permukaan.
Tubuh nyamuk semakin besar karena mereka semakin tahan terhadap insektisida atau obat nyamuk. Nyamuk-nyamuk yang dulunya kecil-kecil sudah hampir musnah, sisanya beradaptasi dengan memperkuat diri memperbesar tubuh mereka sebagai bagian dari seleksi alam suaya semakin tahan terhadap insektisida.
Kalau obat nyamuk yang digunakan semakin keras dan semakin banyak dosisnya, maka kalau kesehatan lingkungan dan pengelolaannya tidak diperbaiki, nyamuk-nyamuk itu akan semakin memperkuat daya tahan diri mereka dan menjadi semakin kuat, semakin besar. Tidak terbayangkan seberapa besar tubuh nyamuk 5 tahun dari sekarang, dan 10 tahun dari sekarang.
Satu-satunya cara adalah dengan merekayasa kesehatan lingkungan sehingga nyamuk-nyamuk tidak menemukan media lagi untuk berkembang biak secara cepat. Sehingga obat nyamuk dosis tinggi tidak diperlukan lagi. Nyamuk akan menyingkir ke lingkungan-lingkungan yang lebih alami di rawa-rawa dan di hutan-hutan. Di sana lah habitat mereka. Mereka akan tetap memangsa darah, tapi bukan lagi darah manusia tapi darah hewan-hewan yang ada di sana.
Tapi melihat kondisi akhir-akhir ini, siapa sih yang masih punya kepedulian? Apakah pemerintah menangkap bahaya nyamuk-nyamuk yang semakin banyak dan semakin besar-besar ini? Mungkin iya, tapi konteksnya masih terhadap bahaya rutin ancaman demam berdarah. Solusinya dengan bubuk abate dan fogging, bukan perbaikan pengelolaan kesehatan lingkungan. Dengan itu, nyamuk hanya akan bertambah kuat dan besar-besar.
Akhirnya sebagai masyarakat kita yang harus peduli sendiri. Kita hanya bisa menjaga kesehatan rumah dan lingkungan sekitar rumah kita, selebihnya memerlukan orang lain, tetangga-tetangga kita. Kalau orang lain tidak melakukannya, akan sia-sia juga. Yang diperlukan adalah gerakan masyarakat secara bersama-sama dan sadar dari waktu ke waktu. Harus ada yang menggerakkan. Dengan demikian kita tidak dikalahkan oleh nyamuk-nyamuk yang mengganggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar