Selasa, 18 September 2012

Kegagalan Pengelolaan Lingkungan

Nyamuk semakin banyak dan besar-besar, terbangnya lebih cepat. Keluarnya tidak lagi di jam-jam tertentu tapi semakin merata sepanjang hari dan malam. Karena tubuhnya semakin besar, menghisap darahnya semakin banyak. Ini bukti kegagalan pengelolaan lingkungan yang menjadi tidak sehat.
Di negara-negara tetangga, nyamuk bukan lagi pengganggu karena lingkungan yang bersih dan sehat. Di negara-negara itu, ada nyamuk hanya di daerah-daerah yang tidak banyak dihuni manusia seperti di rawa-rawa, hutan dan yang semacamnya. Sehingga lingkungan tempat tinggal tidak terganggu.
Nyamuk semakin berkembang biak karena lingkungan yang tidak bersih. Misalnya air tergenang. Yang sehat air seharusnya mengalir ke drainase atau meresap ke dalam tanah, tidak tergenang di permukaan.
Tubuh nyamuk semakin besar karena mereka semakin tahan terhadap insektisida atau obat nyamuk. Nyamuk-nyamuk yang dulunya kecil-kecil sudah hampir musnah, sisanya beradaptasi dengan memperkuat diri memperbesar tubuh mereka sebagai bagian dari seleksi alam suaya semakin tahan terhadap insektisida.
Kalau obat nyamuk yang digunakan semakin keras dan semakin banyak dosisnya, maka kalau kesehatan lingkungan dan pengelolaannya tidak diperbaiki, nyamuk-nyamuk itu akan semakin memperkuat daya tahan diri mereka dan menjadi semakin kuat, semakin besar. Tidak terbayangkan seberapa besar tubuh nyamuk 5 tahun dari sekarang, dan 10 tahun dari sekarang.
Satu-satunya cara adalah dengan merekayasa kesehatan lingkungan sehingga nyamuk-nyamuk tidak menemukan media lagi untuk berkembang biak secara cepat. Sehingga obat nyamuk dosis tinggi tidak diperlukan lagi. Nyamuk akan menyingkir ke lingkungan-lingkungan yang lebih alami di rawa-rawa dan di hutan-hutan. Di sana lah habitat mereka. Mereka akan tetap memangsa darah, tapi bukan lagi darah manusia tapi darah hewan-hewan yang ada di sana.
Tapi melihat kondisi akhir-akhir ini, siapa sih yang masih punya kepedulian? Apakah pemerintah menangkap bahaya nyamuk-nyamuk yang semakin banyak dan semakin besar-besar ini? Mungkin iya, tapi konteksnya masih terhadap bahaya rutin ancaman demam berdarah. Solusinya dengan bubuk abate dan fogging, bukan perbaikan pengelolaan kesehatan lingkungan. Dengan itu, nyamuk hanya akan bertambah kuat dan besar-besar.
Akhirnya sebagai masyarakat kita yang harus peduli sendiri. Kita hanya bisa menjaga kesehatan rumah dan lingkungan sekitar rumah kita, selebihnya memerlukan orang lain, tetangga-tetangga kita. Kalau orang lain tidak melakukannya, akan sia-sia juga. Yang diperlukan adalah gerakan masyarakat secara bersama-sama dan sadar dari waktu ke waktu. Harus ada yang menggerakkan. Dengan demikian kita tidak dikalahkan oleh nyamuk-nyamuk yang mengganggu.

Senin, 17 September 2012

Doa dan prana

apakah anda pernah berdoa?? Siapapun anda, selama anda beragama pasti pernah berdoa. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah doa kita pernah dikabulkan? Maka biasanya jawabannya adalah itu adalah hak Sang pencipta, ada yang langsung dikabul dan ada pula yang ditangguhkan. Namun ada yang tahu bahwa doa yang kita panjatkan langsung dikabulkan tanpa kita sadari?? ya benar langsung dikabulkan?? itu saya ketahui setelah mengikuti atau belajar energi prana.
Energi prana atau energi alam adalah energi positif yang Tuhan ciptakan untuk umat manusia. energi ini secara langsung tidak langsung terserap oleh tubuh kita, dengan catatan bila kita iklas. Iklas dalam arti kata adalah pasrah, seperti halnya ketika kita berdoa. Bukankah bila kita berdoa pernuh dengan iklas dan pengharapan?? Dan doa yang pasti dikabulkan menurut  saya adalah bila doa itu dilakukan dengan iklas dan pasrah, karena dengan iklas maka energi alam atau energi positif akan terserap oleh kita. Ini yang saya maksudkan bahwa doa kita langsung dikabulkan oleh energi alam.
Saya bisa merasakan dan mengetahui hal tersebut ketika saya melakukan bakti sosial yaitu pengobatan terhadap orang dengan energi prana.  Setiap akan melakukan pengobatan selalu saya tekankan untuk berdoa. tujuannya supaya energi prana akan cepat terserap oleh si penderita, bila energi ini tidak masuk biasanya si penderita masih ada keraguan, dan itu sering saya alami. Biasanya saya suruh mengulang lagi cara berdoanya, karena ada sedikit saja perkataan dalam hati yang intinya ragu, kurang iklas atau biasanya sangsi “masa dengan gini aja bisa sembuh??” energi prana otomatis tidak masuk. Aneh namun itu yang sering saya alami.
Dari sini bisa saya simpulkan bahwa bila kita ingin dikabulkan maka perbanyaklah berdoa, tentu saya berdoa yang iklas, dan sering-seringlah memandang sesuatu dengan positif thinking, karena alam dengan sukarela akan memberi energinya kepada kita. Sebagai latihan coba mulai hari ini berdoalah dengan iklas dan berpikir positif selama satu minggu, lalu lihat apa yang terjadi.